Fiscal Metering Systems

2017-12-12   Administrator   Bussiness

Oleh :
Lestari Purwa Ningrat ( Ari Lestari)
Manager Custody Transfer DIivision

Fiscal Metering System merupakan salah satu instrumen terintegrasi secara package system yang digunakan untuk pengukuran fluida baik natural gas maupun liquid (oil) yang digunakan untuk transaksi penjualan produk dari pihak penjual ke pihak pembeli. Metering System dapat mempengaruhi pelayanan mutu terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produk. Permasalahan yang biasanya terjadi pada Metering System adalah ketidaksesuaian pembacaan pada peralatan meter arus dan kuantitas produk yang diukur yang berdampak kepada kesalahan dalam pengukuran sehingga menimbulkan perselisihan antara kedua belah pihak.

Hal ini dapat diantisipasi dengan penggunaan Metering System yang memiliki akurasi tinggi. Emerson Automation Solutions-Daniel Measurement and Control merupakan salah satu Leader Manufacture di dunia untuk Fiscal Metering System dimana main komponennya berasal dari manufacture yang sama sehingga menjamin single responsibility. Hal ini akan memberikan efek positif bagi customer dari sisi fiscal pengukuran produk.

Pada Metering System perlu dilakukan kalibrasi yang optimal pada meter arus sesuai dengan aturan standar yang berlaku dan ketentuan dari Direktorat Metrologi. Dari hasil kalibrasi akan didapatkan nilai Meter Faktor (MF) sebagai faktor pengkali pada meter arus. Selain itu, komponen lain seperti strainer, control valve, ball valve, flow computer dan pulse transmitter ikut mempengaruhi performance dari Metering System.

Metering System merupakan salah satu instrumen terintegrasi yang digunakan untuk pengisian produk BBM maupun non BBM ke mobil tanki atau kapal. Metering System terdiri dari strainer, air eliminator, flow meter, meter register/counter, control valve, pressure dan temperature transmitter, flow computer dan proving system. Tingkat keakurasian dari Metering System sangat mempengaruhi mutu pelayanan dari segi kuantitas produk. Permasalahan yang sering terjadi adalah adanya ketidaksesuaian jumlah produk yang diterima oleh pelanggan. Oleh karena itu perlu dilakukan studi mengenai keakurasian Metering System untuk meningkatkan mutu pelayanan.

Terkait dengan akurasi Metering System, perlu diperhatikan mengenai Meter Factor (MF). Ketidaksesuaian koefisien MF lama dan baru bisa disebabkan beberapa faktor. Faktor pertama adalah kalibrasi yang tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Prosedur berpedoman pada standar API (American Petroleum Institute). Faktor koreksi suhu dan tekanan juga perlu diperhitungkan dalam kalibrasi meter arus karena suhu akan berpengaruh pada volume. Faktor kedua yaitu adanya toleransi ketidaktelitian dari Master Meter/Prover itu sendiri. Kekurangan atau kelebihan takaran dari Metering System bisa muncul dari masalah lain selain akurasi dari meter arus. Semua komponen dalam Metering System saling berhubungan yaitu strainer, control valve, transmitter, dan ball valve. Strainer yang memerlukan perawatan berkala untuk membuang kotoran atau air yang terdapat pada strainer. Kesalahan bisa terjadi di control valve apabila bukaan tidak sesuai dengan perintah yang diinginkan. Terkadang ada kotoran yang mengendap pada pegas yang terdapat di control valve dan dapat mempengaruhi output dari Metering System.

Metering system adalah alat ukur kelas 1 yang digunakan untuk bertransaksi, sehingga dalam proses pembuatan design dan instalasinya harus sesuai dengan standar yang digunakan, karena Metering System akan terkait dengan bagian operasi, pemeliharaan (maintenance), verifikasi, insurance dan audit. Dengan adanya Metering System ini, akan menunjukkan hasil pengukuran dengan akurasi yang tinggi, ini ditunjukan adanya pengujian dengan menggunakan prover yang repeatability-nya pada saat proving hanya dibolehkan max 0,05 % dengan 5(lima) run atau 0,02 % dengan 3(tiga) run. Dengan penggunaan Metering System yang tepat dan optimal maka hal ini bisa menghindari adanya suatu kesalahan pengukuran yang dilakukan akibat adanya kerusakan alat, hal ini ditunjukan oleh delta MF yang dibatasi max 0,5 %.

PT Pertamina (Persero) merupakan badan usaha Pemerintah yang menangani minyak bumi dan gas alam. Perusahaan milik Pemerintah ini dibagi beberapa Business Unit yang diantaranya adalah Pertamina Refinery Unit, Pertamina MOR (Marketing Operation Region), Pertamina Gas (Pertagas), Pertamina EP (Exploration and Production), dll. Salah satu terminal transit adalah Pertamina MOR yang melakukan usaha dalam bidang BBM dan non BBM. Kegiatan yang berlangsung meliputi pemasaran dan distribusi produk BBM yaitu solar, biosolar, minyak tanah, minyak diesel dan minyak bakar, maupun Non BBM yaitu LPG dan Avtur. Bahan baku Terminal BBM berasal dari Kilang milik Pertamina RU (Refinery Unit).

PT. Pertamina (Persero) saat ini sangat gencar untuk efisiensi dalam rangka upaya meningkatkan profit perusahaan, salah satunya dengan cara mengontrol looses. Pembangunan infrastruktur yang selama ini telah dilakukan Pertamina membuahkan hasil yang cukup signifikan dengan terkoneksinya realisasi penyaluran BBM ke sistem MySAP Pertamina. Sarana dan fasilitas yang mendukung integrasi penyaluran BBM tersebut antara lain Metering System, Automatic Tank Gauging (ATG), New Gantry System (NGS), End to End Data Automation (ETEDA), Auto Schedulling pengiriman BBM untuk mobil tangki (New Integrated Fleet Management System). Dengan upaya-upaya tersebut maka Pertamina terus menekan losses saat ini dimana rata-rata losses Pertamina yaitu 0,3% yang masih berada bawah standar- standar tolerasi losses yang berlaku secara global, yaitu 0,5%. Artinya Metering System merupakan salah satu faktor penunjang sebagai sarana fasilitas untuk menekan losses tersebut, tentunya dengan performance dan design Metering System yang akurat sesuai dengan standar yang berlaku.



Certification
News Release
Congratulation for achieved Favorite Booth on Techno-day 2018 that held on 30-31 August 2018 at Medco E&P Natuna Office, Ratu Prabu 2 Jl. TB Simatupang. PTCS has awarded as Favorite Booth of 16 booths, such as Yokogawa, Rockwell, Honeywell, Semanggi Teknik, Samudra Oceaneering, and etc.Techno-day 2018 is a forum event to... Read More